Desa di Jepang Penghuni nya Boneka

Desa di Jepang Penghuni nya Boneka

Madu99 Desa di Jepang Penghuni nya Boneka. Letak nya berada Di desa Nagoro, barat pegunungan jepang, jalanan terlihat sepi dari. Di desa kecil Nagoro, barat pegunungan Jepang, jalanan terlihat sepi dari keramaian warga.

Namun jalanan terlihat ramai dengan boneka seukuran manusia. Boneka tersebut dibuat oleh seorang warga yang merasa kesepian karena ditinggal tetangganya. 

Desa Di Jepang Penghuni nya Boneka

Nagoro. sekitar 550 kilometer di barat daya Tokyo. Telah dikenal sebagai lembah boneka setelah Tsukimi Ayano. Mulai menempatkan orang-orangan sawah di jalan untuk menyuntikkan kehidupan ke desanya yang kekurangan penduduk.

tangannya yang terampil hanya perlu waktu tiga hari untuk membuat boneka berukuran dewasa yang sekarang tersebar di seluruh desa.

ayano mengaplikasikan bibir dan pipi boneka dengan kuas make up agar boneka terlihat hidup.

keadaan desa sangat sepi. orang- orang berangsur- angsur pergi. Sekolah- sekolah sudah di tutup tujuh tahun yang lalu. karena tidak ada yang mengajar dan di ajar. Sehingga ayano menempatkan 12 boneka berwarna warni berukuran anak- anak di setiap sekolah.

di posisikan dalam keadaan seolah- olah sibuk belajar dan sedang bermain. Di ujung jalan, satu keluarga orang-orangan. Sawah duduk di depan toko kelontong yang ditinggalka. sementara satu boneka berpakaian seperti seorang petani tua melongok ke dalamnya.

Desa di Jepang Ini Penghuni nya Boneka

Baca Juga : 5 Restoran Anti Mainstream di Dunia

Di dekat halte bus, sekelompok orang-orangan sawah berkumpul ketika boneka “ayah” menarik gerobak yang penuh dengan “anak-anak.”

Nasib Nagoro mirip dengan nasib sebagian besar kawasan di jepang. Dimana jumlah populasi menurun. Angka kelahiran rendah, dan harapan hidup yang tinggi. Jepang berada di ambang menjadi negara “sangat tua” pertama di dunia. Yang berarti bahwa 28 persen orang berusia 65 atau lebih.

Sementara ada sedikit bukti warga kembali ke Nagoro, boneka- boneka Ayano telah menarik perhatian turis asal Amerika Serikat dan Perancis. ” sebelum saya mulai membuat orang- orangan sawah, tidak ada yang berkunjung. sekarang banyak orang berkunjung ke sini,” jawabnya.

saya harap Nagoro hidup kembali dan banyak orang datang ke sini untuk jalan-jalan. Saya tidak tahu bagaimana rupa Nagoro dalam 10 atau 20 tahun. tapi saya akan terus membuat boneka”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *